,

DI SUNGAI BAKUNG, PAMBAKAL BERANI ALOKASIKAN BANTUAN PANGAN PAKAI DATA MANUAL


SUNGAI BAKUNG – Berbeda dengan desa lain yang masih menunggu arahan Bulog terkait sisa bantuan pangan yang tak tersalurkan karena kenaikan desil, Pambakal Sungai Bakung, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Drs. H. Jamhuri, mengambil langkah berani.

Ia mengalihkan sebagian beras bantuan pangan kepada warganya yang dinilai benar-benar berhak dan masih dalam batasan desil 1 sampai 4, meski nama warga tersebut tidak tercantum dalam data resmi yang dikeluarkan Dinas Sosial dan Bulog.

“Kami di lapangan yang tahu persis kondisi warga. Ada data dari Bulog yang setelah kami amati bersama tim desa, orangnya sudah mampu, rumahnya bagus, usahanya jalan. Sementara di sebelahnya ada warga desil 2 atau 3 yang justru tidak dapat,” ujar H. Jamhuri.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, pihaknya melampirkan data manual sebagai data dukung bersamaan dengan laporan penyaluran. Data manual itu berisi hasil verifikasi faktual tim desa, lengkap dengan foto kondisi rumah dan keterangan RT setempat.

“Langkah ini kami ambil agar bantuan tepat sasaran. Kami berani melampirkan data manual, kami bertanggung jawab. Harapan kami ke depan, masukan dari desa seperti ini bisa jadi acuan untuk bantuan pangan berikutnya, jangan hanya mengacu data dari atas saja,” tegasnya.

Menurut Jamhuri, pendataan berbasis desil 1-14 dari BPS memang sudah baik karena bisa menyaring penerima yang terindikasi judi online atau sudah sejahtera. Namun, pemutakhiran data di lapangan tetap diperlukan karena dinamika warga sangat cepat.

Pihak Desa Sungai Bakung berharap Dinas Sosial Kabupaten Banjar dan Bulog tidak hanya melihat data manual tersebut sebagai pelanggaran, melainkan sebagai feedback untuk perbaikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).


Tinggalkan komentar