
LOK BAINTAN – Kalau pasar lain buka jam 8 pagi, di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, pasar sudah bubar jam 7 pagi. Namanya Pasar Terapung Lok Baintan.
Bukan pasar di darat yang kebanjiran, tapi pasar beneran di atas Sungai Martapura. Semua penjual dan pembeli di atas perahu kayu kecil yang disebut jukung.
Inilah yang bikin Lok Baintan viral di TikTok, Instagram, sampai bule-bule luar negeri datang jauh-jauh.
Jam 5 Pagi, Sungai Sudah Macet
Pukul 05.00 WITA, saat warga Martapura masih tarik selimut, Sungai Martapura di Lok Baintan sudah macet oleh ratusan jukung.
Ibu-ibu dengan tutup kepala caping, menjajakan pisang, kue apam Barabai, sayur kelakai, ikan papuyu hidup, sampai tikar purun. Tidak pakai pengeras suara. Transaksi pakai teriakan dan lempar-lemparan.
“Kada pakai transfer, tunai aja. Kalau jukungnya sudah penuh, berarti rezeki hari ini cukup,” kata Hj. Masnah (62), penjual kue di Lok Baintan yang sudah 30 tahun jualan di atas jukung.
Yang bikin beda dengan pasar terapung di tengah kota Banjarmasin, Pasar Lok Baintan ini masih asli. Tidak ada perahu besar untuk turis. Semua yang jualan adalah warga asli Lok Baintan. Pembelinya pun warga desa sekitar yang memang belanja untuk kebutuhan dapur, bukan settingan untuk foto.
Desa yang Hidup di Atas Air
Viralnya pasar terapung itu mengangkat nama Desa Lok Baintan. Desa dengan 2.000-an penduduk ini 70 persen rumahnya adalah rumah lanting dan rumah panggung di atas air.
Antar rumah tidak pakai jalan aspal, tapi jembatan kayu ulin yang kalau diinjak bunyi kletek-kletek. Anak-anak berangkat sekolah naik kelotok, bukan naik sepeda motor.
“Di sini kalau banjir, kami kada kebanjiran. Rumah kami sudah di atas air dari lahir,” seloroh Pambakal Lok Baintan sambil tertawa.
Kini berkat viral, Lok Baintan resmi jadi Desa Wisata. Ibu-ibu yang dulu hanya jual tikar purun di pasar, sekarang tas purunnya dijual sampai Jakarta dengan harga 300 ribu.
Tantangan: Jangan Sampai Viral Saja
Meski viral, Pambakal Lok Baintan berharap perhatian pemerintah tidak hanya datang saat ada konten viral.
“Kami butuh peremajaan jembatan ulin, butuh dermaga yang aman untuk anak sekolah, dan butuh sinyal internet yang kuat agar anak-anak muda bisa jualan online hasil purun,” harapnya.
Pasar Terapung Lok Baintan buka setiap hari, tapi paling ramai Jumat sampai Minggu. Jika ingin merasakan yang paling asli, datanglah jam 05.00 – 06.30 pagi, sebelum matahari tinggi.
Dari Martapura, hanya 20 menit. Dari Banjarmasin 30 menit.








Tinggalkan komentar