,

PENYALURAN BERAS BANTUAN PANGAN DI SUNGAI TANDIPAH BARU 90%, 10% TERTAHAN KARENA DESIL NAIK


SUNGAI TANDIPAH – Penyaluran beras bantuan pangan dari Bulog di Desa Sungai Tandipah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, belum 100 persen tersalurkan. Dari total 398 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), baru sekitar 90 persen yang berhasil disalurkan.

Pambakal Sungai Tandipah, Makmun, mengatakan total beras yang diterima desanya sebanyak 1.194 sak untuk 398 KPM. Setiap KPM menerima 3 sak beras.

“Sudah 90 persen kami salurkan. Sisanya sekitar 10 persen belum bisa kami salurkan, masih menunggu arahan dari Bulog,” ujar Makmun saat ditemui, Senin (21/9).

Menurut Makmun, kendala tidak tersalurkannya sebagian beras karena adanya kenaikan desil penerima. Sesuai aturan terbaru, yang berhak menerima bantuan pangan adalah warga yang masuk dalam desil 1 sampai 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dari BPS.

“Sebagian warga yang sebelumnya dapat, sekarang desilnya naik jadi 5 ke atas, jadi tidak bisa kami salurkan. Sistem sekarang ketat, semua terbaca,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem pendataan BPS kini bahkan bisa mendeteksi aktivitas rekening yang tidak wajar. Jika dalam rekening terdeteksi ada transaksi judi online (judol), maka secara otomatis bantuan bisa dibatalkan dan desil naik.

“Akun judol itu akan terbaca, sehingga bisa batal dapat bantuan. Desil itu rentangnya dari 1 sampai 14 sesuai BPS. Makin kecil desilnya, makin berhak,” tambah Makmun.

Beras bantuan tersebut sebenarnya sudah tiba di desa sejak 26 Agustus 2026 lalu. Namun hingga hampir satu bulan, penyaluran belum bisa tuntas karena menunggu kejelasan status 10 persen penerima yang bermasalah.

Desa Sungai Tandipah sendiri memiliki penduduk sekitar 2.700 jiwa, dengan 2.100 jiwa masuk dalam Daftar Pemilih Tetap.

Pihak desa berharap ada arahan cepat dari Bulog dan Dinas Sosial agar sisa beras tersebut bisa segera ada kepastian, apakah akan dikembalikan atau dialihkan ke KPM pengganti yang memang berhak.


Tinggalkan komentar