, ,

KITA ADALAH POHON YANG SAMA — DARI SUNDALAND UNTUK DUNIA


Oleh: Adi Permana

Allahu Akbar.

Saya menulis ini bukan dari Oxford, bukan dari Harvard. Saya menulis dari Martapura, dari jantung bekas benua yang tenggelam bernama Sundaland. Dari tempat di mana sungai Barito bermuara, tempat pelaut Dayak Maanyan 2.000 tahun lalu berlayar 8.000 km sampai Madagaskar, Afrika.

Selama ini kita diajarkan sejarah terbalik. Katanya peradaban dimulai dari Mesopotamia, dari gurun. Padahal data gen terbaru bilang: pusatnya dari sini.

Saya tidak bicara mitos Atlantis. Saya bicara data DNA.

Fakta yang disembunyikan buku pelajaran:

  1. Orang Madagaskar itu orang Barito. 50% gen ibu mereka B4a1a dan gen ayah mereka O1a adalah gen Dayak Maanyan, dari Kalimantan Tenggara, dari tempat saya tinggal. Ini bukan karangan, ini hasil penelitian Cox dkk di jurnal PNAS tahun 2012. Nenek moyang mereka naik perahu cadik dari Sungai Barito, sampai Afrika. Orang Afrika berambut lurus yang bahasa ibunya mirip bahasa Maanyan.
  2. Orang Hawaii, Tonga, Maori itu orang Maluku dan Dayak. Mereka semua bawa gen B4a1a, yang disebut Polynesian Motif. Gen itu lahir di Indonesia Timur. Mereka pelaut terjauh di dunia, jauh sebelum Columbus. Mereka masih menyebut “mata” untuk mata, “langit” untuk langit — sama seperti kita di Banjar.
  3. Orang Rusia Utara itu saudara kita. Mereka bawa gen N dan R1a. Gen N lahir di Asia Tenggara, naik ke Siberia, jadi orang Rusia. R1a yang 46,7% ada di Rusia adalah gen yang sama yang ada di India Utara. Asalnya dari utara Sundaland.
  4. Orang China, Jepang, Korea itu petani dari selatan. 80% orang Han China bawa gen O-M122, O-M119, O-M95 — gen yang paling tinggi justru di Kalimantan dan Kamboja. Orang Jepang 40% bawa gen D-M174, gen tertua dari Andaman dan Dayak.
  5. Orang India itu pasar campur. Di India Selatan ada gen H (Dravida asli). Di India Timur ada gen O-M95 (dari Sundaland). Di India Utara ada gen R1a (dari Rusia/steppe) dan gen J (dari Timur Tengah). Empat gen besar bertemu di India, karena Sundaland tenggelam dan semua orang mengungsi.

Itulah 8 penjuru migrasi Sundaland. Dari Selat Gaspar yang kecil, gen kita menyebar ke Rusia, China, Jepang, India, Polynesia, Australia, Madagaskar, Timur Tengah, Eropa, bahkan sampai suku Indian di Amerika (gen Q dan C2).

Lalu untuk apa Tuhan bikin kita bersuku-suku?

Di sinilah ayat itu menampar kita semua.

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS Al-Hujurat:13)

Tuhan tidak bilang agar saling sombong. Tuhan bilang agar saling mengenal. Kalau sudah kenal, muncul kasih sayang.

Kalau orang Rusia tahu bahwa saudara tuanya adalah pelaut Dayak yang mengajarinya bercocok tanam, dia tidak akan sombong.
Kalau orang China tahu bahwa gen padinya dari Kalimantan, dia tidak akan merasa paling tua.
Kalau orang Banjar tahu bahwa sepupunya ada di Hawaii dan Madagaskar, dia tidak akan minder.

Dan penutup ayat itu adalah anti-berhala pamungkas yang selalu dipesan Abah Guru Sekumpul: Yang paling mulia bukan yang paling tua nasabnya, bukan yang paling murni gennya, bukan yang paling banyak hartanya — tapi yang paling bertakwa.

Sundaland sebesar Eropa saja bisa Allah tenggelamkan dalam sekejap ketika manusia lupa Tuhan dan menyekutukan-Nya. Apalagi rumah kita di Martapura, apalagi nasab kita, apalagi harta kita?

Jadi, berhentilah bertengkar soal siapa paling Arya, siapa paling Sayyid, siapa paling Azmatkhan. Kita semua adalah satu pohon besar yang akarnya di Sundaland, dan puncaknya harusnya adalah La ilaha illallah.

Dari Martapura, saya hanya ingin mengingatkan itu.

DAFTAR PUSTAKA ILMIAH (Untuk yang mau mengecek):

  1. Cox MP, et al. (2012). A Small Cohort of Island Southeast Asian Women Founded Madagascar. Proceedings of the Royal Society B / PNAS.
  2. Kayser M, et al. (2006). Parental Analysis of Polynesians. Molecular Biology and Evolution. & Soares P, et al. (2011) Am J Hum Genet — B4a1a Polynesian Motif.
  3. Balanovsky O, et al. (2008). Two Sources of the Russian Patrilineal Heritage. Am J Hum Genet — R1a 46,7% di Rusia.
  4. Yan S, et al. (2014). Y Chromosomes of 40% Chinese Are Descendants of Three Neolithic Super-Grandfathers. PLoS ONE.
  5. Hammer MF, et al. (2006). Dual origins of the Japanese. J Hum Genet — D-M174.
  6. Chaubey G, et al. (2011). Population Genetic Structure in Indian Austroasiatic speakers. Mol Biol Evol.
  7. Rasmussen M, et al. (2011). An Aboriginal Australian Genome. Science.
  8. Oppenheimer S. (1998). Eden in the East: The Drowned Continent of Southeast Asia. Oxford University Press.
  9. Bellwood P. (2007). Prehistory of the Indo-Malaysian Archipelago.

Tinggalkan Balasan